Film Rest Area Mengangkat kisah lima crazy rich yang terjebak di
rest area terpencil, film ini menghadirkan teror dari sosok menyeramkan
bernama Hantu Kresek, makhluk dengan kepala terbungkus kantong plastik
dan dilakban yang menuntut balas atas dosa masa lalu.
Rest
Area tidak hanya menonjolkan ketegangan visual, tetapi juga membungkus
kisahnya dengan nuansa misteri yang terikat dengan dosa masa lalu. Di
balik setiap langkah para tokohnya, ada rahasia yang perlahan
terbongkar, menghadirkan konsekuensi yang jauh lebih besar daripada
sekadar teror supranatural. Atmosfer mencekam sejak menit awal menjadi
daya tarik bagi pecinta horor yang menginginkan cerita lebih dari
sekadar jump scare.
Hubungan kerja sama yang
telah lama terjalin antara Aditya dan sang produser, Dendi Reynando,
menjadi salah satu alasan Mahakarya Pictures memberikan kepercayaan
tersebut. “Saya kerja sama sama adit itu dari belasan tahun lalu, jadi
sudah banyak project yang dilakukan, seperti music video,” ujarnya.
Alasan
utama di balik pembuatan film ini adalah banyaknya cerita horor yang
beredar tentang rest area di sepanjang jalan tol. “Saya pernah mendengar
ada kejadian horor dan mengerikan di rest area sepanjang jalan Sumatra
dan Jawa, tapi belum diangkat ke sebuah film,” kata Dendi.
Cerita
dalam film ini dirancang untuk memicu penonton agar merenungkan diri
dan menjadi pribadi yang lebih baik. "Setiap manusia pasti pernah
dizalimi, dan deep down kita pengen orang yang menzalimi kita itu
mendapatkan balasannya," kata Dendi.
Sutradara
menyebut bahwa film ini bukan sekadar horor tentang hantu. Ia ingin
menonjolkan sisi humanis tentang hal yang disembunyikan tentang
ketakutan yang berasal dari dalam diri.
"Buat
saya, REST AREA bukan sekadar horor tentang hantu, tapi juga horor
tentang manusia. Tentang apa yang mereka sembunyikan, dan bagaimana dosa
itu selalu menagih balas. Saya ingin penonton merasakan ketakutan yang
datang bukan hanya dari luar, tapi juga dari dalam diri mereka sendiri,"
ungkap Aditya Testarossa, sutradara film ini.
Aku
justru merasa tertantang saat menjalani adegan mencekam. Ia mencoba
membangun rasa takut dengan membayangkan kejadian itu benar-benar nyata.
Ujar Lutesha
“Aku dibilang orang yang nggak
takut dengan hal ini. Aku coba untuk merasakan kalau kejadian itu akan
terjadi. Aku malah seneng, karena dari adegan mandiin tuh aku sendiri
akhirnya jadi pocong semua,” ungkap Lutesha

Lutesha
yang mengaku senang bisa bergabung di proyek film REST AREA , karena
genre film ini belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Lutesha juga
menyebut bahwa ia senang bisa akting bareng Chicco Kurniawan,
sahabatnya.
"Di sini saya berperan sebagai
Zizi, salah satu dari lima Crazy Rich ini. Bisa dibilang dia yang
mempunyai moral sedikit lebih baik dibandingkan teman-temannya. Aku
tertarik bergabung dalam projek ini, karena ini genre yang belum pernah
aku coba dimana bisa dibilan teenslasher, dimana pemeran utamanya 5
orang yang prilakunya nggak baik yang memang kita ingin melihat mereka
tersiksa," Kata Lutesha
Julian justru mengaku
merasakan sensasi aneh saat syuting adegan menyeramkan di toilet. “Pas
aku disitu, aku kepikiran kalau nanti aku. Ngerasa kaya, oh rasanya gini
ya binatang pada jalan,” ucap Julian.
Pengalaman paling menegangkan justru dirasakan oleh Ajil Ditto. Ia mengaku terus berzikir ketika harus menggunakan kain kafan.
“Selama adegan itu, gua sebelum pasang sampai dipasang gua astagfirullah terus-terusan. Jujur cukup menakutkan,” kata Ajil Dito
Aktor dan aktris yang berperan dalam film ini berasal dari kalangan muda berbakat Indonesia, di antaranya adalah:
° Lutesha
° Ajil Ditto
° Chicco Kurniawan
° Julian Jacob
° Lania Fira
° Haydar Salishz
° Afrian Arisandy
Selain
jajaran pemain tersebut, sosok di balik layar juga tidak kalah penting.
Aditya Testarossa tampil sebagai sutradara sekaligus penulis naskah,
sementara Dendi Reynando dipercaya sebagai produser.
Bagi pecinta horor Tanah Air, Rest Area bisa jadi pilihan wajib untuk ditonton di bioskop.
Siap Tayang 2 Oktober 2025

Komentar
Posting Komentar