Film “Badik”, produksi PH Indora Global Film berkolaborasi dengan Pandawa Lima, siap tayang
pada tanggal
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Indonesia
kembali mempersembahkan karya layar lebar yang mengangkat kearifan
lokal. Film “Badik”, produksi PH Indora Global Film berkolaborasi dengan
Pandawa Lima, siap tayang.
Film ini tidak hanya menampilkan badik sebagai senjata khas
masyarakat Bugis-Makassar, tetapi juga menghadirkan filosofi yang
melingkupinya: harga diri, cinta, dan kekeluargaan.
Cerita film
ini ditulis oleh Fajar Umbara dan dikembangkan bersama Sawal, dengan
latar lokasi syuting di Makassar, Pangkep, Malino Gowa, Taman Batu,
Ramang-Ramang, hingga Leang-Leang Maros. “Badik punya visualisasi yang
kuat dan cerita inspiratif yang saya coba hadirkan lewat layar,” jelas
Dicky R. Maland.
"Ide cerita menjadi skenario dari Fajar Umbara
lalu dilanjutkan penulis lainnya Sawal berusaha saya visualisasikan
berlatar indahnya kota Makassar, Pangkep, Malino Gowa, Taman Batu,
RamangRamang, LeangLeang Maros. Badik punya visualisasi bagus dan cerita
inspiratif," jelas Dicky R. Maland.
Sutradara Dicky R. Maland
dipercaya memimpin jalannya produksi, menghadirkan adegan-adegan epik
mulai dari tarung sarung, duel badik, hingga drama emosional yang
menyentuh
"Prisia Nasution, Mike Lucock, Donny Alamsyah bersama
Wahyudi Beksi sebagai Badik dengan pemain dari bumi Sawerigading menjadi
kolaborasi sangat dinanti perpaduan drama dan laga yang sangat
menghibur," papar Ira Kusmira AM, SE mewakili jajaran executive
produser.
Badik memperkenalkan talenta muda berbakat dari Fandy AA
sebagai Unru, Aulia Yayan (Dinda) dan lainnya Ada Andi Kepo, M.Fahrul
Rozi, Andi Wira, Rivan, Aulia Qalbi (Ros), Ryan Hidayat, Putri Aminda,
Anggun, Andi Djajang, Rara, Bahrun, Aspada dan lainnya.
Badik punya perjalanan panjang dari proses pembuatannya dan sudah lama dinantikan masyarakat Indonesia.
Badik menjadi film paling dinanti dengan dialog bertutur dengan kearifan lokal dengan plot twist menarik.
Film
Badik Kini siap hadir tidak sekedar menghibur, tetapi mengedukasi
dengan banyak makna tersirat di dalamnya jadi tuntunan sebagai tontonan
semua kalangan ditengah era yang luar biasa berubah saat ini
Film
ini tidak hanya menampilkan badik sebagai senjata khas masyarakat
Bugis-Makassar, tetapi juga menghadirkan filosofi yang melingkupinya:
harga diri, cinta, dan kekeluargaan.
Film “Badik” menghadirkan
plot twist menarik, dialog dengan kearifan lokal, serta pesan moral yang
relevan di tengah perubahan zaman. Lebih dari sekadar tontonan, film
ini hadir sebagai tuntunan dengan banyak makna tersirat.
Sinopsis;
Bercerita tentang dua kakak beradik, anak dari seorang guru silat di pelosok Makassar, yang memiliki cita-cita berbeda.
Unru
(Fandy AA) ingin memajukan daerahnya, sementara saudaranya yaitu Badik
(Wahyudi Beksi) ingin melestarikan adat dan budaya, khususnya seni
pencak silat agar tidak tergerus oleh zaman.
Ketika lulus sekolah
keduanya berpisah, Unru hijrah ke kota untuk meneruskan kuliah,
sedangkan Badik menetap di desa untuk melanjutkan mengajar silat di
padepokan ayahnya yang sudah tua.
Namun terjadi musibah yang
merenggut nyawa Unru, ketika menjalani ospek di luar kampus yang
diadakan oleh para seniornya, kabar buruk ini menjadi duka cita yang
besar bagi Badik dan kedua orang tua Unru.
Komentar
Posting Komentar