
Jakarta, 17 Desember 2025 — BASE Entertainment dan KAWI Animation
membuka babak baru dengan meluncurkan teaser trailer dan teaser poster
film animasi Garuda di Dadaku melalui konferensi pers yang digelar hari
ini. Di acara tersebut turut diperkenalkan jajaran pengisi suara yang
menghidupkan karakter-karakter utama dari film animasi tersebut.
Sebelumnya pada Agustus lalu first look Garuda di Dadaku diluncurkan
melalui akun media sosial dan mendapat sambutan hangat dari publik.
Teaser
trailer dan teaser poster ini sekaligus memperkenalkan karakter Gaga,
sosok burung Garuda penuh energi yang tampil sebagai pusat emosi dan
komedi cerita. Untuk pertama kalinya, Gaga dipertemukan dengan Putra,
karakter utama yang merupakan seorang anak dengan mimpi besar menjadi
pesepak bola. Melalui video teaser ini, keduanya diperkenalkan bukan
sebagai sosok pahlawan atau pendamping yang sempurna, melainkan sebagai
dua karakter yang sama-sama belajar untuk tumbuh. Gaga hadir dengan
kepribadian yang penuh energi dan jenaka, sementara Putra menjadi
representasi keberanian untuk memulai dari langkah kecil. Kisah keduanya
bukan hanya menjadi petualangan yang seru, namun juga menjadi jantung
cerita Garuda di Dadaku.
Kristo Immanuel, pengisi suara Gaga,
mengatakan, “Saya sangat senang bisa terlibat dalam proyek ini, termasuk
dalam proses menemukan suara untuk karakter Gaga. Karakter Gaga yang
penuh energi dan jenaka membuat proses rekaman jadi sangat menyenangkan
dan menambah seru dinamika antar karakter di film.”
Selain Kristo Immanuel, konferensi pers ini juga dihadiri oleh para
pengisi suara karakter lainnya, diantaranya Keanu Azka sebagai Putra,
Revalina S. Temat sebagai Dewi Garuda, serta Quinn Salman sebagai Naya.
Melalui acara tersebut, para pengisi suara berbagi kisah menarik yang
terjadi di balik proses produksi film animasi keluarga ini.
“Putra
dan Gaga adalah duo yang menyenangkan. Memerankan Putra, lalu bisa
bermain bersama Kak Kristo sebagai Gaga, jadi pengalaman yang seru dan
berkesan. Prosesnya sangat menyenangkan dan penuh tawa. Kak Kristo juga
banyak membantu saya dalam mendalami karakter Putra,” jelas Keanu Azka.
Film
animasi Garuda di Dadaku disutradarai oleh Ronny Gani, animator dan
visual effects artist dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri
animasi Hollywood. Ronny telah terlibat dalam berbagai waralaba film
internasional seperti Marvel Cinematic Universe, Transformers, Aquaman,
Ready Player One, dan Pacific Rim. Pengalaman tersebut ia bawa ke dalam
film ini melalui pendekatan visual sinematik yang berpadu dengan
penceritaan berbasis karakter.
“Sejak awal, Gaga tidak kami
rancang sebagai sekadar karakter pendamping. Ia adalah pemicu emosi
dalam cerita ini. Kepribadiannya yang enerjik justru menjadi tantangan
bagi Putra untuk tumbuh. Di teaser trailer ini, kami ingin penonton
langsung merasakan bahwa hubungan Putra dan Gaga bukan sebagai
pelengkap, melainkan menjadi nadi dari Garuda di Dadaku,” ujar Ronny
Gani.
Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan
Tanya Yuson, penulis naskah, Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, Garuda di
Dadaku diposisikan sebagai animasi keluarga yang menjadikan karakter
sebagai pintu masuk utama cerita. Sebagai salah satu intellectual
property (IP) ikonis di Indonesia dari kreator Salman Aristo dan Shanty
Harmayn, Garuda di Dadaku telah melekat kuat dengan tema sportivitas
anak pra-remaja, semangat sepak bola, serta drama keluarga yang menjadi
kebanggaan nasional. Animasi ini menghadirkan interpretasi baru yang
lebih dekat dengan generasi masa kini.
“Garuda di Dadaku adalah
IP yang sangat dekat dengan memori banyak orang Indonesia. Lewat animasi
ini, kami ingin memperkenalkannya kembali kepada generasi baru dengan
pendekatan yang lebih hangat, relevan, dan berfokus pada karakter serta
emosi anak,” ungkap Shanty Harmayn, Produser BASE Entertainment.
Konferensi pers hari ini menandai dimulainya rangkaian kampanye
Garuda di Dadaku, dengan Putra dan Gaga sebagai karakter utama yang akan
membawa penonton melalui perjalanan penuh keseruan dan mimpi yang
besar.
Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (13), seorang bocah
biasa dengan mimpi luar biasa: menjadi pesepak bola tim nasional
Indonesia. Namun setelah gagal dalam sebuah seleksi dan diremehkan oleh
orang-orang di sekitarnya, keyakinan Putra mulai runtuh.
Garuda di
Dadaku berubah ketika ia bertemu Gaga, sosok Garuda kecil magis yang
diutus dalam sebuah misi khusus untuk membantu Putra menemukan kembali
keberanian dan mewujudkan mimpinya. Meski sering berselisih, keduanya
dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu membuktikan kemampuan diri dan
menaklukkan keraguan. Lebih dari sekadar kisah sepak bola, Garuda di
Dadaku adalah perjalanan emosional tentang keberanian, persahabatan, dan
tekad seorang anak bersama sahabat magisnya untuk meraih mimpi.
Garuda
di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation,
dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi
dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun
Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini
didukung oleh Singapore Film Commission. Selain itu, Garuda di Dadaku
juga bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan
Chiki.
Nantikan film animasi Garuda di Dadaku di bioskop tanah
air pada tahun 2026. Pantau informasi terbaru melalui akun resmi media
sosial BASE Entertainment dan KAWI Animation.
Komentar
Posting Komentar